Kamis, 31 Mei 2018

Sekelumit Cerita Tentang Kita di 2958 mdpl





Beberapa waktu lalu, saya sempat nekat (nekat untuk yang kesekian kalinya :P ) sepertinya sudah cukup bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Akhirnya, dengan spontanitas saya memutuskan menikmati hidup yang entah kapan berakhirnya. Menjelajah beberapa tempat baik yang sudah maupun belum dikunjungi. Terus tiba-tiba ingat ucapan Rangga di film AADC2 tentang bedanya liburan dan travel. Kalau liburan itu direncakanan ke tempat yang indah, sangat detail termasuk oleh-oleh. Nah, kalau traveling spontan.



Menurut Aa Rangga #uhuk bepergian ke tempat baru adalah untuk merasakan sensasinya bahkan kemungkinan adanya risiko yang tak terduga.
"Traveling is not about the destination, but it is about the journey.”


Nah, untuk mengisi long weekend kemarin, jelas tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Akhirnya, hari pertama libur bersama teman-teman mengunjungi Stone Garden di Kawasan Citatah-Padalarang. Kembali ke alam itu sangat menyenangkan, beruntung punya teman-teman tukang ngebolang :D


Tapi perjalanan sesungguhnya adalah muncak ke G. Gede. Sebetulnya sudah sangat lama, tapi baru punya kesempatan kemarin meskipun nggak ada teman yang kenal. Eh, kecuali satu orang deng. Maakk! Bisa betah di sana berhari-hari. Keindahan semesta itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Amazing!
Tentunya pengalaman luar biasa bertemu teman-teman baru. Dan inilah pahlawan-pahlawan super yang dengan baik hati gantian bawain carrier aku, padahal kita baru pertama ketemu. Kebetulan satu tim 17 orang, perempuannya cuma bertiga. Kita dari berbagai daerah lho, ada yang dari Karawang, Bekasi, Jember, Tapanuli, Cipanas, Cianjur. Yang bikin aku salut sama mereka selain baik, ramah, solidaritas tinggi dan ternyata cowok-cowok saleh. Allah ... aku speechless, pas malam api unggun mereka ngaji Yaasin bareng. Alhamdulillah, nggak salah pilih partner.


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ada perjalanan maka akan ada pengalaman. Tentunya, banyak pengalaman lucu, menarik, haru bahkan horror. Pokoknya terima kasih tak terhingga buat kalian semua yang belum tentu kita bisa bertemu lagi. Maaf sudah merepotkan meski berkali-kali kalian bilang tidak repot. Aku tahu kalian bohong :(
 
Dalam perkenalan yang singkat mencoba mengingat nama kalian.
M. Sena, Alvian, Asep Cebol, Sopian, Hadi, Rohman, Abang Ismail, Agung, Ismail(2), Tata, Sader, Rival, Diki, A Ugi, Teh Hani, Cici.
Yeay masih hafal semua :)

Guys! I will miss you all. Keep fighting where ever you are. Our memories save here

Hamparan Batu Purba di Stone Garden



Berhubung saya tinggal di Jawa Barat, maka perjalanan kali ini pun masih sekitar kawasan yang terjangkau untuk dikunjungi. Lokasinya berada di daerah Tagog Apu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang merupakan tempat penambangan batu kapur. Di sanalah kawasan wisata tersembunyi yang lebih berfungsi sebagai konservasi arkeologi. Stone Garden merupakan taman bebatuan yang tersebar di setiap sudutnya.


Saat mendaki puncak Stone Garden maka kita akan menemukan pemandangan yang mengagumkan terlepas daerah tersebut berada di sekitar penambangan yang banyak merusak cagar alam dan populasi udara. Ketinggian puncak Stone Garden sendiri adalah 907 meter di atas permukaan laut. Siapkan saja kondisi stamina dan tenaga yang prima untuk bisa mendaki hingga puncak bukit ini.Konon di sana merupakan tempat bebatuan purba yang muncul secara unik dan alamiah. Kita juga bisa melihat jalur tol Purbaleunyi yang menghubungkan Bandung–Jakarta dari Puncak Stone Garden.
Rute menuju Stone Garden mudah saja. Dari arah Bandung melewati tol Purbaleunyi dengan kondisi terburuk adalah 1 jam perjalan apabila kondisi macet di Padalarang. Keluar tol Padalarang  ke arah Cianjur menuju daerah Tagog Apu. Jika dari Jakarta, Bogor, Sukabumi maka ambil arah Cianjur sekitar satu jam perjalanan menuju kawasan Cipatat. Di sebelah kanan ada gerbang menuju Gua Pawon. Nah, di sanalah Stone Garden itu berada.



Setelah itu, dari tempat parkir kendaraan menuju Stone Garden hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Sebelum masuk kawasan ada banyak pedagang kaki lima sebelum kita menanjak ke puncak. Sayangnya, pengelolaan tempat wisata ini masih sangat minim. Tidak banyak tempat berteduh apalagi kamar mandi. Jadi, bagi teman – teman traveler harus jalan kaki sedikit ke bawah lagi melewati tempat awal masuk untuk menemukan toilet.



Taman Bunga Nusantara Cianjur



Lahan seluas 35 ha yang terdiri dari ratusan varietas tanaman dunia ini berada di kawasan Cianjur-Cipanas. Setiap taman ditata secara teratur sesuai tema dan konsep. Selain berfoto, refreshing melihat indahnya warna-warni bunga, sekaligus belajar mengenal bunga. Ada banyak fasilitas yang disediakan terutama buat permainan anak-anak karena ada sekitar tujuh ha digunakan untuk Alam Imajinasi. Dua ha digunakan sebagai lahan pembibitan, sisanya restoran, ruang pertemuan, parkir, dsb. Ada wara-wiri, Dotto Train, dan Garden Tram untuk berkeliling dengan tiket terpisah.
Yang utama di TBN adalah taman bungannya yang indah. Total ada 9 jenis taman di sini, yakni Bali, Jepang, Mediterania, Perancis, Amerika, Palem, Labirin, Air, dan Mawar.

Taman Bali

Di taman Jepang memang tidak terlalu berwarna, sangat sederhana, yang menarik adalah bentuk jembatan dan tatanan batu yang mengelilingi kolam. Sayangnya tidak ada pohon sakura di sini.
Ada bangunan unik yang berisi tanaman kaktus, sayangnya ketika saya ke sana dindingnya terdapat coretan jadi mengurangi keindahan. Tampaknya perawatan di taman ini juga kurang diperhatikan mengingat dinding yang berjamur dan beberapa tanaman mati dibiarkan. Saya menyukai Taman Palem lebih sedikit pengunjung, jadi damai berada di sana. Koleksinya lebih dari seratus varietas. Di antaranya ada palem kipas dari Meksiko, palem raksasa dari Kuba, palem botol, palem jelly, dll.


 Yang paling terkenal adalah taman Labirin karena letaknya di tengah pusat. Untuk spot terbaik memfoto taman ini sebaiknya naik menara pandang di lantai atas.

Mengingat kawasan tersebut dingin dan cuaca mudah berubah, maka gunakan jaket, bawa payung atau jas hujan untuk jaga-jaga. Bisa bawa bekal dari rumah karena harga di sana mahal, tapi jangan lupa untuk membersihkan sampahnya ya.


Jangan baper
Hal terberat dalam cinta adalah melupakan atau menunggu

Selasa, 29 Mei 2018

Perjalanan Mistis ke Pelabuhan Ratu




Pelabuhanratu yang berlokasi di kawasan Sukabumi ini adalah pantai penuh pesona sekaligus mistis terutama di kawasan Karang Hawu. Siapa yang tidak tahu tentang mitos Ratu Pantai Selatan. Bahkan saking melegendanya  Samudera Beach Hotel, menyediakan khusus kamar untuk Nyi Roro Kidul yang katanya sering memakai baju berwarna hijau. Maka, berdasarkan kepercayaan yang beredar di masyarakat jika ada yang berani memakai baju hijau ke pantai maka dia akan celaka. Who knows? Tapi terakhir kemarin saya bermain ke sana memakai baju hijau tosca alhamdulillah nggak ada yang aneh. Haha ... apa beda jenis hijau, ya? Dan itu pun nggak sengaja karena awalnya nggak niat mandi, tapi namanya juga main di pantai tetap saja basah.


Ada banyak rute yang bisa ditempuh untuk mengunjungi pantai ini. Setiap hari akan selalu ada pengunjung, baik wisatawan domestik maupun asing. Sayangnya, karena sudah banyak terjamah dan kurangnya kesadaran baik dari wisatawan maupun pengelolaan wilayah setempat membuat beberapa titik pantai terlihat kumuh dan kotor.

Untuk teman-teman dengan budget pas-pasan bisa menggunakan fasilitas tenda dengan harga terjangkau. Hanya saja kenyamanannya kurang, tetapi bagus buat seru-seruan bareng teman. Untuk yang punya budget-nya lebih, ada banyak penginapan dari harga Rp 300.000 ke atas. Ada sih yang 50rb tapi hati-hati jika kena gerebek hehe. Bersyukur saya dan teman-teman menemukan rumah yang bisa disewa yaitu Chill House Cimaja

 


Dengan harga Rp 600.000 (entah harga sekarang) benar-benar memuaskan, mendapatkan 1 rumah dengan 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang tamu beserta TV yang cukup jika bawa anak kecil. 1 kamar khusus buat keluarga yang jaga penginapan.
Yang paling menarik adalah gazebo lantai dua. Kami yang single bisa menginap di sana dengan bebas dan leluasa, tetapi akan sulit untuk yang penakut kalau sendiri tidur di sana. Di bawahnya ada satu kamar mandi. Penginapan yang rekomended banget kalau teman-teman mau menginap. Apalagi kita bisa masak sendiri. Jika ingin disediakan sama penjaga juga bisa, tinggal menambah biaya makan.