Jumat, 01 Juni 2018

Alasan Kenapa Harus Jadi Traveler



Hobi terpendam saya adalah menjelajah tempat baru, kembali ke alam, hutan, gunung dan pantai. Tempat tersebut lebih banyak menyimpan banyak kenangan dan pengalaman daripada kita berlibur ke pusat kota dengan tingkat keramaian yang padat. Jujur saja saya tidak akan bisa menikmati tempat seperti itu. Oke, ini memang saya lagi curhat karena bersifat introvert.
Meskipun introvert, saya tipe orang yang menyukai tantangan dan dunia baru. Terkadang jika jenuh saya membutuhkan banyak tempat dan orang baru untuk merefresh kembali mood saya. Bagi saya, perjalanan dengan teman-teman memang sangat menyenangkan, tetapi kadang yang membuat terhambat adalah waktu. Di mana mereka memiliki kesibukan masing-masing, jadi menyamakan waktu ini memang cukup sulit. Selain itu, tujuan wisata. Dengan banyak orang dan kepala tentu saja ada banyak tempat yang berbeda untuk dituju. Maka, kadang saya lebih memilih melakukan perjalanan sendiri dengan orang-orang baru yang saya temui.
Jadi, inilah alasan saya kenapa mau jadi traveler :
1.      Saya suka menulis
Lho, apa hubungannya? Dengan saya banyak berkunjung ke berbagai tempat membuat saya mendapat banyak pengalaman dan pemahaman baru. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan pola pikir dan sudut pandang saya melihat sesuatu. Selain itu tentu saja akan bermanfaat ketika saya membutuhkan latar tempat untuk bahan cerita saya, jadi tidak perlu riset terlalu banyak karena pernah mengunjungi.

Gramedia writing project #3
2.      Mendapatkan teman baru dan ribuan pengalaman
Pengalaman ini yang tidak mungkin bisa kita dapatkan jika hanya melihat dari media sosial. Ingat, bahwa perjalanan yang sebenarnya bukan tentang tempat tujuan, melainkan proses menuju tempat tujuan.
3.      Melatih kemandirian
Dengan saya sering traveling sendiri membuat saya merasa jadi pribadi yang lebih mandiri, tidak selalu bergantung dengan orang lain dan mudah memutuskan pilihan.
4.      Melatih kesabaran
Berada di tempat asing dengan orang asing akan membuatmu kelimpungan jika tidak bisa beradaptasi. Apalagi orang-orang zaman sekarang terlalu mawas diri terhadap orang baru, jadi kadang kedatangan kita belum tentu disambut baik. Nah, di sinilah kita perlu bersabar.
5.      Membuat pikiran kita terbuka
Dengan banyak bertemu orang baru dan berbicara dengan mereka membuat pola pikir kita bertambah dewasa. Terkadang kita akan menyadari betapa banyaknya orang baik di sekitar kita yang mungkin saja nasibnya tidak sebaik kita. Maka, saat itu kita harus banyak bersyukur.

Inilah Menariknya Pantai Sawarna



Pantai Sawarna – yang berlokasi di Banten ini menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang banyak dikunjungi. Tempatnya yang eksotis dan deburan ombak yang indah membuat pengunjung tertarik untuk berselancar. Ada yang mengatakan bahwa Pantai Sawarna ini diambil dari nama kepala desa yaitu Swarna. Akan tetapi banyak yang meyakini nama ini berasal dari kata sawarna dari Bahasa Sunda yang artinya satu warna, di mana penduduk yang tinggal merupakan satu warna yaitu masyarakat Sunda.
Kini setelah menjadi tempat wisata, Desa Sawarna menyediakan banyak penginapan untuk wisatawan dengan harga murah meriah. Cocok untuk keluarga maupun rombongan. Rute perjalanan kami dari Cianjur melewati Sukabumi, Pelabuhan Ratu. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang indah membuat perjalanan kami tidak terasa. Dari Pelabuhan Ratu sekitar satu atau dua jam maka akan menemukan Sawarna. Memasuki kawasan wisata, jangan heran kalau teman-teman dibingungkan dengan banyaknya calo yang menawari jasa homestay. Layani saja dengan ramah jika kita membutuhkan penginapan, siapa tahu dapat rekomendasi tempat yang bagus dengan harga murah dan potongan harga hehe .... Oia, bahkan mereka menyediakan juga fasilitas makan. Jadi, rombongan kami meminta makan malam dan pagi. Sayangnya, penginapan yang kami dapatkan tidak memiliki dapur jadi tidak bisa masak sendiri. Kamar yang tersedia pun ukurannya kecil-kecil, jadi jika rombongan teman-teman di atas sepuluh orang lebih baik memilih rumah jangan kamar kos-kosan. Kalau rombongan kami kemarin terpaksa menyewa beberapa kamar terpisah karena yang rumah sudah terisi.
Sorenya kami mengunjungi pantai dan menikmati ombak di sana membuat kami betah. Sayangnya, cuaca saat itu tidak mendukung. Langit berubah gelap dan sepertinya akan turun hujan. Saya mencoba bertahan dengan beberapa teman untuk berfoto, tetapi kencangnya angin membuat badai pasir dan hujan pun turun.

Namun, semua akan terobati ketika melihat pantai di pagi hari. Untuk mendapatkan foto terbaik yang masih belum banyak orang memang di pagi hari. Jika sudah siang beberapa spot akan tampak penuh dengan pengunjung, jadi hasil foto tidak akan memuaskan. Pokoknya, tempat ini layak banget untuk dikunjungi kalau kalian bosan main ke kota dan gunung.


Kebun Raya Cibodas



Kebun Raya Cibodas adalah kawasan wisata di Cianjur dengan luas hampir 80 hektar dengan bentuk tanah yang bergelombang dan berbukit-bukit. Yang membuat suasana betah adalah udaranya yang sejuk dan segar karena berada di bawah kaki gunung Gede Pangrango dengan ketinggian 1.275 m dpl dan bersuhu= udara 17 – 27 derajat Celcius.
Kebun Raya Cibodas didirikan tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann, seorang ahli Botani Belanda. Awalnya kebun raya ini untuk perkebunan kina, tapi tanah Cibodas tidak cocok dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, akhirnya kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika.
Setiap tanggal 11 April semua pengunjung bisa masuk ke kawasan wisata dengan gratis karena pada hari itu merupakan hari Ulang Tahun Cibodas. Jadi, bagi teman-teman yang mau datang silakan, tetapi karena gratis tentunya akan membuat tempat ini membludak dengan banyak orang.


Kebun Raya ini termasuk Botanical Garden, sehingga Kebun Raya Cibodas memiliki koleksi pepohonannya yang banyak sekali jenis dan variannya. Di sini tersimpan koleksi ratusan pepohonan baik yang tua maupun pepohonan muda. Tercatat 5.831 contoh tanaman dari 1.206 jenis hidup disini. Begitu pun di rumah kaca, kalian akan menemukan beragam jenis kaktus dan anggrek. Ada hampir 4.000 contoh tanaman dari 350 jenis kaktus 360 jenis anggrek tersimpan di rumah kaca ini.
Lokasi yang paling diminati pengunjung selain rumah kaca (green house) adalah Jalan Araucaria (auracarua Avenue), Air Terjun Cibodas, Sungai, lokasi lanskap, kebun pohon sakura, air mancur, danau dan yang paling penting semuanya terbalut dalam konsep taman hijau yang indah dan menyejukan.



Kamis, 31 Mei 2018

Sekelumit Cerita Tentang Kita di 2958 mdpl





Beberapa waktu lalu, saya sempat nekat (nekat untuk yang kesekian kalinya :P ) sepertinya sudah cukup bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Akhirnya, dengan spontanitas saya memutuskan menikmati hidup yang entah kapan berakhirnya. Menjelajah beberapa tempat baik yang sudah maupun belum dikunjungi. Terus tiba-tiba ingat ucapan Rangga di film AADC2 tentang bedanya liburan dan travel. Kalau liburan itu direncakanan ke tempat yang indah, sangat detail termasuk oleh-oleh. Nah, kalau traveling spontan.



Menurut Aa Rangga #uhuk bepergian ke tempat baru adalah untuk merasakan sensasinya bahkan kemungkinan adanya risiko yang tak terduga.
"Traveling is not about the destination, but it is about the journey.”


Nah, untuk mengisi long weekend kemarin, jelas tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Akhirnya, hari pertama libur bersama teman-teman mengunjungi Stone Garden di Kawasan Citatah-Padalarang. Kembali ke alam itu sangat menyenangkan, beruntung punya teman-teman tukang ngebolang :D


Tapi perjalanan sesungguhnya adalah muncak ke G. Gede. Sebetulnya sudah sangat lama, tapi baru punya kesempatan kemarin meskipun nggak ada teman yang kenal. Eh, kecuali satu orang deng. Maakk! Bisa betah di sana berhari-hari. Keindahan semesta itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Amazing!
Tentunya pengalaman luar biasa bertemu teman-teman baru. Dan inilah pahlawan-pahlawan super yang dengan baik hati gantian bawain carrier aku, padahal kita baru pertama ketemu. Kebetulan satu tim 17 orang, perempuannya cuma bertiga. Kita dari berbagai daerah lho, ada yang dari Karawang, Bekasi, Jember, Tapanuli, Cipanas, Cianjur. Yang bikin aku salut sama mereka selain baik, ramah, solidaritas tinggi dan ternyata cowok-cowok saleh. Allah ... aku speechless, pas malam api unggun mereka ngaji Yaasin bareng. Alhamdulillah, nggak salah pilih partner.


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ada perjalanan maka akan ada pengalaman. Tentunya, banyak pengalaman lucu, menarik, haru bahkan horror. Pokoknya terima kasih tak terhingga buat kalian semua yang belum tentu kita bisa bertemu lagi. Maaf sudah merepotkan meski berkali-kali kalian bilang tidak repot. Aku tahu kalian bohong :(
 
Dalam perkenalan yang singkat mencoba mengingat nama kalian.
M. Sena, Alvian, Asep Cebol, Sopian, Hadi, Rohman, Abang Ismail, Agung, Ismail(2), Tata, Sader, Rival, Diki, A Ugi, Teh Hani, Cici.
Yeay masih hafal semua :)

Guys! I will miss you all. Keep fighting where ever you are. Our memories save here